ini teh tidak manis
  :: Tawassul menurut kacamata Ulama   :: Mengubah Perbedaan Menjadi Kekuatan   :: Tangkal Radikalisme Channel TV Al Quran Dibangun   :: Guru Diminta tak Vonis Anak Pintar dan Bodoh   :: Kiai Nuril: Dai harus Mampu Jelaskan Pluralisme
Logo kopian
  • Depan
  • Asrama
  • Sekolah
  • Sejarah

  • Kitab
  • Santri
  • Kontak
  • Budaya
  • Manakib
  • Yayasan
  • Gallery

1 AL - ISTIQOMAH 2 FALAHIYAH FUTUHIYAH 3 KH.ABDULLAH SYIFA AKYAS 4 ASSYAKIROH 5 AL-HIKMAH 6 AL-ISLAH 7 AL-HIKMAH SEBRANG 8 AL-FALAH 9 AL-FIRDAUS 10 SYUBANIYAH ISLAMIYAH 11 NADWATUL BANIN 12 AL-HIDAYAH 13 ANNUR 14 AL-KHOIR 15 DARUL HIJROH I 16 AL-MAMUN 17 NURUSSOBAH 18 HIDAYATUL MUBTADIIN 19 AL-MUAFI 20 AL-INAROH 21 NURUL ARWANI 22 NADWATUL UMMAH 23 AL-ISTIQOMAH II 24 AL-INAYAH 25 DARUSSALAM 26 AL-IKHLAS 27 AL-MUTTABA 28 SINAR FATIH 29 DARUL AMANAH 30 AZZAHIDI 31 HABBIL ILMI 32 AL-ANWAR 33 ALMURTADLO 34 DARUL HIJROH II 35 AL-KHIYAROH 36 AL-MUSTAHDIYAH 37 AL-HIKMAH KH FUAD ZEN 38 RIYADUSSOLIHIN 39 AL-AMIN 40 AN-NAJAH 41 AL-KAUTSAR 42 AT TA'AWUN 43 ARRAUDHOH 44 DARUL AKHLAM
Ibtidaiyah MTs NU I (Putra) MTs NU II (Putra) MTs NU III (Putri) MANU Putra MANU Putri MAN Buntet Akademi Perawat SMP AL IKHLAS LBK
Periode Awal Masa Penjajahan Masa Kemerdekaan Masa Kini
Kitab kajian Tafsir Al Quran Hadits Akhlaq/Tasawuf Akidah Fiqih
Memoar SantriBuntet
Buku Tamu Admin Pengelola Krue Website Special Thanks Chatting Warung Santri Kirim Tulisan
Kesenian Daerah Aneka Tradisi Bahasa Tradisi Lainnya
KH. Muqoyyim KH. Abdul Djamil KH. Abbas Abdul Djamil KH. Akyas Abdul Jamil KH. Ilyas Abdul Djamil KH. Anas Abdul Djamil KH. Yusuf KH. Khamim KH. Ahmad Zahid Abd. Jamil KH. Izuddin Zahid KH. Nasiruddin Zahid KH. Anwaruddin Zahid KH. Khawi KH. Mustahdi Abbas KH. Mustamid Abbas KH. Zainal Abidin (Zen) KH. Murtadho KH. Busyrol Karim KH. Arsyad KH. Tarmidzi KH. Hisyam Mansyur KH. Chowas Nuruddin KH. Fuad Hasyim KH. Fuad Zen KH. Nu'man Zen KH. Fahim Khawi KH. Fakhruddin KH. Abdullah Abbas
Dewan Pengurus Program Pondok
Foto Peristiwa Album lengkap Kumpulan Video Video di Google
Home
Bacaan
Tulisan Santri
Tasawuf
Nasehat_kyai
BukuTamu
Chatting
Kabar-Kabari
Bahasa Dewek
Hikmah
Opini
Kajian Kitab
Khutbah
Mengenang Kyai
Iptek Seni-Budaya
Tanya Jawab
Serba-serbi Haul
Download Kitab Digital
Aktivitas Alumni
Daftar Alumni
Asrama
Dunia Tasawuf
Diskusi
Silaturahmi
Hiruk Pikuk Politik
Kabar Media
NGEBET QURAN
Jadwal Shalat
Selamat Jalan Gus Dur

Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

RSS 4-ALL

RSS 1.0
RSS 2.0
ATOM 0.3

TAMU WEBSITE

Sejak 20 Maret 2008, sebelumnya berdomain dotcom


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini133
mod_vvisit_counterKemarin698
mod_vvisit_counterSemuanya359551
Visitors Counter 1.0.2

Artikel Berkaitan

  • Ihwal Haulan dan Maulida
  • 31 anak Disunat oleh Mant
  • Alam Kubur
  • Asal-Usul Haul dan Kendur
  • Asrama Darussalam Adakan

Kitab online

 



  • - Tafsir Ibnu Katsir
  • - Tafsir Thabariy
  • - Tafsir Qurthuby
  • - Tafsir As-Sa'adi
  • - Tafsir Muyassar
  • - Tafsir Baghawy


  • - Shohih Bukhary
  • - Shohih Muslim
  • - Shohih Ibn Khuzaimah
  • - Sunan An-Nasa'i
  • - Sunan Abu Daud
  • - Sunan At-Tirmidzi
  • - Sunan Ibnu Majah
  • - Sunan Ad-Darimi
  • - Al-Umm As-Syafi'ie
  • - Al-AdzkarAn-Nawawy
  • - Ar-Risalah As-Syafi'ie
  • - Al-Kafi Al-Hambali
  • - Al-Mughniy Ibn Qudamah
  • - Al-Muhala Ibn Hajm
  • - Amtsal filquran
  • - Al-Muwata' Imam Malik
  • - Fathul Bari
  • - Faidhul Qadir
  • - Ighotsatul Lahfan
  • - I'lamul Muwaqi'in
  • - Jala ul Afham Ibn Qayyim
  • - Jawabul Kafi
  • - Kasyful Khofa'
  • - Madarijus Salikin
  • - Majma' Zawaid
  • - Majmu' Fatawa
  • - Majmu' Syarah Muhadzab
  • - Mishbahul Munir
  • - Miftahu Daaris Sa'adah
  • - Mushtalahul Hadits
  • - Nailul Authar
  • - Nashbur Rayah
  • - Nihayah Ibn Atsir
  • - Qawaid Ibn Rajab
  • - Raudhotul Muhibbin
  • - Syarah AtThahawiyah
  • - Zadul Ma'ad

O P I N I

  • Mengendalikan Ego, Menjadi Diri Sendiri
    19/05/2007
  • Guru : Meniti Harapan Menuju Cita
    28/05/2007
  • Kekuatan dan Kendala Pesantren
    28/06/2007
  • Generasi Hibrid Pasca NU-Muhammadiyah
    20/03/2008
  • Simbiosis Mutualisme Santri dan Peradaban Barat
    21/03/2008
  • Kohesi Bangsa dan Ancaman Radikalisme
    22/03/2008

Nasehat Kyai

Pembelajaran Moral Santri

Oleh: Deden Ahmad ...

 

Tangkal Radikalisme Channel TV Al Quran Dibangun

''Hanya dengan menye...

 

Tak Bosan-bosan Membaca Kisah ini

AIRMATA RASULULLAH S...

 

Puasa Bukan Sekedar Untuk Berlapar-lapar

Oleh: Dr. Khudori So...

 

Nabi Muhammad SAW.

Normal...

 

LINK - LUNK

  • Fatayat NU
  • Gus Dur Online
  • Gus Mus Online
  • IPNU Online
  • Koran Bangkit
  • Koran Duta Masyarakat
  • Lakpesdam Online
  • Muslimat NU
  • NU Online
  • P3M Online
  • Peradah Online
  • Sarwono Kusumaatmaja
  • Wahid Institute
  • INSAN BPC JOGYA
  • Fahmina Institute Cirebon
  • HAQQANI ASIA
  • Muhammadiyah

PESANTREN

  • Pondok Pesantren Krapyak
  • Pondok Pesantren Langitan
  • Pondok Pesantren Sarang 
  • Pondok Pesantren Lirboyo
  • Pondok Pesantren Sidogiri
  • Pondok Pesantren Tebuireng
  • Pondok Pesantren Al-Musri

TASAWUF
  • Thareqah Indonesia

Pengajian Facebook

Kajian Kitab SulamTaufiq

Book of Buntet & Cirebon

buntet

Mencari

Google

Hasil Pencarian

Bookmark and Share
Yang Mati Lebih Tajam Pendengaranya daripada yang Hidup Cetak E-mail
Diposting oleh Redaksi   
Sunday, 23 November 2008
Oleh: Dewan Asatidz

Tanya:

ziarah1.Apakah orang-orang yang di alam kubur mampu mendengar ucapan salam orang yang berziarah kepada mereka padahal dalamal Quran (Ar Rum: 52) "Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikanorang-orang yang mati itu dapat mendengar...." 

2. Lalu kenapa di makbaroh GajahNgambung banyak orang berziarah pada sore hari Jum'at adakah dasar hukumnya ?

Dari Siti Zubaidah, Jakarta.


Jawab:
Daripenjelasan di dalam kitab Tafsir Ahkam, Imam Al Qurtubi menguraikan bahwa ayat"Fainnaka laa tusmi'ul mautaa..." (maka sesungguhnya kamu tidak akansanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar...." adalahberkaitan dengan peristiwa pertanyaan sahabat Umar bin Khattab saat Rasulullahsaw memanggil tiga orang pemimpin kafir Qurays dalam perang Badar yang telahmeninggal bebarapa hari.

Saat itu Rasulullah saw ditanyaoleh Umar bin Khattab ra:

يا رسول الله تناديهم بعد ثلاث وهل يسمعون ؟يقول الله إنك لا تسمع الموتى فقال : والذي نفسي بيده ما أنتمبأسمع منهم ولكنهم لا يطيقون أن يجيبوا

Ya Rasulullah, apakah engkaumemanggil-manggil mereka yang telah meninggal tiga hari bisa mendengarkan panggilanmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam al quran: Innaka laa tusmi'ul mauta?

Lalu dijawab oleh Rasulullah saw: "Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah engkau sanggupmendengar mereka, mereka lebih mendengar daripada kamu hanya saja mereka tidakmampu menjawab." (HR. Muslim dari Imam Anas ra)

Menurut hadits Shohihaini(Bukhari Muslim) Dari sanad yang berbeda-beda, Rasulullah saw pernah berbicarakepada orang-orang kafir yang gugur dalam perang badar saat mereka dibuang disumur Quleb kemudian Rasulullah saw berdiri dan memanggil nama-nama mereka (yafulan bin fulan 2x) "Apakah engkau telah mendapatkan janji dari Tuhanmudengan benar, sedangkan saya telah mendapatkan janji yang benar pula dariTuhanku." 

Dalampenjelasan kitab Tafsir Ibnu Katsir bahwa yang dipanggil oleh Rasulullah saw ituadalah: Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Robi'ah dan Syaibah bin Robi'ah.Ketiganya itu adalah tokoh kafir Quraisy.

Haditstersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik. Dalam riwayat lainmenyebutkan bahwa orang yang mati apabila sudah dikuburkan dan orang yangmenguburkan itu kembali pulang, maka dia (ahli kubur) itu  mampu mendengar gesekan suara sendal.

ziarahMenurut Imam AlQurtubi, orang yang sudah meninggal itu bukan berarti mereka tidak lenyap samasekali juga tidak pula rusak hubungan dengan orang yang masih hidup. Tetapiyang meninggal itu hanya terputus hubungan antara ruh dan badan dan hanyaberpindah dari alam dunia ke alam kubur. (Tafsir ahkam Juz 7: hal 326).

Dengan demikian apakah orangyang meninggal itu bisa mendengar orang yang masih hidup saat memberi salam ataulainya,  cukup jelas keterangan ayat dan hadits pada peristiwa Nabi memanggil petinggi kafir qurays saat gugur di perang Badar.

Untuk lebih jelasnya lagi, kitabisa membuka Kitab Ar Ruh karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi (Juz I halaman 5), kalau tidak salah Ibnul Qoyyim itu murid kesayangan Ibnu Taymiyah. Pada halaman itu  tertulis  riwayat Ibnu Abdil Bar yang menyandarkan kepada ketetapan sabda Rasulullah saw: 

ما من مسلم يمر على قبر أخيه كان يعرفه في الدنيافيسلم عليه إلا رد الله عليه روحه حتى يرد عليه السلام

"Orang-orang muslim yang melewati kuburan saudaranya yangdikenal saat hidupnya kemudian mengucapkan salam, maka Allah mengembalikan ruhsaudaranya yang meninggal itu untuk menjawab salam temanya." 

Bahkanmenurut Ulama Salaf mereka telah ijma' (sepakat) bahwa masalah orang yang mati itu mampu mengenal orang-orang  yang masih hidup pada saat berziarah bahkan para ahli kubur mersasa  gembira atas dengan kedatangan para peziarah. Hal ini, kata Ibnu Qoyyim, merupakan riwayat atsar yangmutawatir.  Selengkapnya kata-kata Ibnu Qoyyim itu sebagai berikut: 

والسلف مجمعون على هذاوقد تواترت الآثار عنهم بأن الميت يعرف زيارة الحي له ويستبشر به

Ibnu Qoyyimmengutip ungkapan Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abid biin Abidunya dalamkitab Kubur pada bab ma'rifatul mauta biziyaratil ahya. Menyebuthadits sebagai berikut: 

عن عائشة رضى الله تعالى عنها قالت قال رسول الله ما من رجل يزور قبر أخيهويجلس عنده إلا استأنس به ورد عليه حتى يقوم
 
SalamArti bebasnya:
DariAisyah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: "Siapa saja yang berziarah ke kuburan saudaranya, kemudian duduk di sisi kuburnya maka menjadi tenanglah si mayit,dan Allah akan mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menemaninyasampai selesai berziarah." 

Mayit menjawab salam siapa saja
Orang yang meninggal dunia, akanmenjawab salam baik yang dikenal maupun yang tidak dikenalnya sebagaimana dalamsebuah riwayat hadits berikut:

عن أبى هريرة رضى الله تعالى عنه قال إذا مرالرجل بقبر أخيه يعرفه فسلم عليه رد عليه السلام وعرفه وإذا مر بقبر لا يعرفه فسلمعليه رد عليه السلام

Dari Abi Hurairah ra, Rasulullahsaw bersabda: "Apalabila orang yang lewat kuburan saudaranya kemudianmemberi salam, maka akan dibalas salam itu, dan dia mengenal siapa yangmenyalami. Demikian juga mereka (para mayyit) akan menjawab salamnya  orang-orang yang tidak kenal." 

Waktu Ziarah yang baik
Satu ketika, Seorang lelaki dariKeluarga 'Ashim Al Jahdari  berceritabahwa dia melihat Ashim al Jahdari dalam mimpinya setelah beliau meninggal duatahun. Lalu lelaki itu bertanya:

"Bukankah Anda sudahmeninggal?"

"Betul!"

"Lalu dimanasekarang?"

"Demi Allah, saya ada didalam taman Syurga. Saya juga bersama sahabat-sahabatku berkumpul setiap malamJum'at hingga pagi harinya di tempat (kuburan) Bakar bin Abdullah al Muzanni.Kemudian kami saling bercerita."

"Apakah yang bertemu itujasadnya saja atau ruhnya saja?"

"Kalau jasad kami sudahhancur, jadi kami berkumpul dalam ruh"

"Apakah Anda sekalianmengenal kalau kami itu berziarah kepada kalian?"

"Benar!, kami mengetahuisetiap sore Jum'at dan hari Sabtu hingga terbit matahari"

"Kalau hari lainnya?"

"Itulah fadilahnya hariJum'at dan kemuliannya"

(Cerita itu menurut Ibnu Qoyimbersumber dari Muhammad bin Husein dari Yahya bin Bustom Al Ashghor dari Masma'dari Laki-laki keluarga Asyim Al Jahdari)

Bahkan bukan sore Jum'at danhari Sabtu saja, menurut riwayat Muhammad bin Husein dari Bakar bin Muhammaddari Hasan Al Qoshob  berkata bahwaorang-orang yang sudah meninggal mampu mengetahui para peziarah pada hari dua hari yang mengiringi Jum'at  (Hari Kamis dan Sabtu).

Bentuk Salam
Ucapaan salam yang disampaikansaat melewati makbaroh atau berziarah biasanya seperti yang banyak ditulis dalamkitab hadits yang sangat banyak adalah  dengan ungkapan:


ألسلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا ان شاء الله تعالى بكم لاحقون


"Semoga keselamatan ataskamu wahai kaum mu'minin yang ada di alam kubur, Insya Allah kami akanmenyusul." 

Kesimpulan:

  1. Orang yang meninggal dengan izin Allah akan mendengar salam orang yang masih hidup dan mampu menjawabnya. Bahkan pendengaran mereka lebih peka daripada yang hidup.
  2. Orang yang memberi salam kepada ahli kubur baik yang dikenal maupun tidak dikenal, merekapun akan menjawab salam kita.
  3. Para ahli kubur akan merasa tenang apabila ada saudaranya yang menziarahi.
  4. Orang yang berziarah bagus dilakukan pada hari Kamis, Jum'at dan Sabtu.
  5. Ucapan salam kepada ahli kubur yang tenar adalah ucapan: Assalamu 'alaikum daara qoumin mu'mininina, wainna insya Allahu ta'alaa bikum laahikuum.

 
Dengan keterangan ini, maka tidak heran jika di Kuburan "Gajah Ngambung" Buntet Pesantren Cirebon jika Jum'at sore bada ashar, banyak keluarga Kyai Buntet berziarah. Ternyata ada dasarnya.

JIka kemudian ada seorang tokoh dari NU pernah mengatakan bahwa saya lebih percaya kepada yang mati ketimbang yang hidup. Ternyata dari dasar hadits Rosulullah saw di atas, sangat masuk akal. Jadi kepada Zubaidah, hayo jangan ragu-ragu untuk terus bersilaturahmi kepada ahli kubur baik sanak keluarga kita maupun para alim ulama.

Wallahu a'lam.


Materi ini, hasil kupasan dewan asatidz Buntet Pesantren di Jakarta.

Sumber:
1. Tafsir Ahkam, Imam Al Qurthubi
2. Tafsir Ibnu Katsir
3. Ar Ruh, Imam Ibnu Qoyyim Al Jauzy



Related news items:
  • - Kecil-Kecil Belajar Haji (update)
  • - Haji Mabrur dan Bagi-bagi "Syurga"
  • - Menag: Ulama harus Lebih Cepat Bergerak
  • - Negara-negara Arab Larang orang Tua dan Anak-anak Berhaji
  • - Forsila Bisa Menjadi Organisasi Besar
Newer news items:
  • - Hukum Meninggalkan Shalat Jum'at
  • - Shalat Sunnah kok Perhitungan
  • - Salaman Disertai Cium Tangan
  • - Masalah Yasinan
  • - Shalat Pagi-pagi
Older news items:
  • - Pernikahan Dini(yah) Ok, tapi...
  • - Hukum Membaca Basmallah dengan Jahar
  • - Fidyah karena Meninggalkan Puasa
  • - Shalat Kaffarah
  • - Malam "Nisfu Sya'ban"
<< Previous pageNext Page >>

» Silahkan berkomentar
Email (tidak ditampilkan)
Nama
Judul komentar
Komentar
 Sisa karakter
Captcha Image Regenerate code when it's unreadable
Kirim Kirim
» 3 Komentar
3"Marhabanan Buntet"
pada:  Tuesday, 25 November 2008 16:19Oleh:  Achmad Irfan Maulana,syh
ada dokumen marhaban Buntet tempo doeloe, silahkan diperbanyak. tapi POMA aja di komersilaken kih. karena beliau-beliau ini telah membesarkan Buntet dengan Ikhlas. perbanyaklah dengan keikhlasan. 
 
yang membuka/kata pengatarnya adalah Almukarrom KH.Chowas Nuruddin, sedangkan yang membacakan awal Al-Barzanji adalah Mbah saya Almukarrom KH.Murtadlo. Adapun yang menjadi atau yang membawakan diantaranya adalah Almukarrom KH.Fuad Zen dan Almukarrom KH.Izzuddin. 
 
semoga kita semua senantiasa mendapatkan Syafaat Nabi,saw dan barokah dari Guru-guru dan Pendahulu kita. 
 
selamat menikmati. 
 
Achmad Irfan Maulana,syh
2"GOOD!!"
pada:  Monday, 24 November 2008 14:00Oleh:  Nayy
Iya, aku juga mau copy 
artikel ini bagus bangettttt!!!!! 
karna banyak kontra masalah Ziarah....
1"Mohon Izin"
pada:  Monday, 24 November 2008 10:48Oleh:  Qomar Fauzie
Assalamu`alaikum, 
mohon izin tuk copy artikelnya
EasyComments
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 24 November 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
[ Kembali ]

Ngebet Quran

ngebetquran.jpg

Langganan Content Buntet Pesantren

KAJIAN KITAB

  • Tawassul menurut kacamata Ulama
    08/02/2010
  • "Qunut Shubuh" dalam pandangan Mufti Mesir,Assyaikh. Prof. Dr. Ali Jum'ah.
    29/10/2009
  • Darul Kutub Memalsu Kitab Ulama Indonesia
    29/10/2009
  • Sekilas Lintas tentang Al Quran
    24/10/2009
  • Shalat Taraweh 20 Rakaat
    30/08/2009
  • Bahtsul Masa'il NU: Media Pemikiran Hukum Islam
    28/05/2009
  • Download Gratis Ribuan Kitab Digital
    20/03/2009
  • Saksi yang Memberatkan dan yang Meringankan
    05/02/2009
  • Ibadah Qurban
    02/12/2008

Sedang Online

KOMENTAR

Mengubah Perbedaa...
Salut dengan tulisan...
Tangkal Radikalis...
gerakan yang bagus.....
Jalaludin Rumi
sekarang banyak oran...
Menag: Kami sudah...
semoga umat makin me...
Langkah-langkah p...
Assalamu\'alaikum Wr...
Download Gratis R...
setelah selesai mend...
Ali Maschan: Rasu...
rosul membangun madi...
Kiai Nuril: Dai h...
harus mampu menjelas...
Akper Buntet Si...
sanagat bagus..untuk...
Mengenang Pendiri...
banyak berbagai ceri...
Membudayakan Baca...
dimana saya bisa dap...
Administrasi Duni...
Enggak ada bayi mia ...
Administrasi Duni...
bai mia lg ngpn nih ...
Dzikir untuk Jodo...
maaf kang boleh diam...
Dzikir untuk Jodo...
maaf kang kalau bisa...

Kanal Pemilu

ANTARA - Kanal Pemilu
Berita Pemilu Terkini dari ANTARA News

PRO KONTRA

  • Khilafah by Nadirsyah Hosen
  • Khilafah itu Mirip System Katolik?
  • KHilafah itu Hanya 30 Tahun Selebihnya Raja
  • Pesantren Ideal Merespons Perubahan Sosial
  • DDI dan Penyimpangan Politik NU
  • System Pengambilan Hukum dalam Bahtsul Masail
  • Narkoba Masuk Pesantren
  • Ulama Muslim Sampaikan Ucapan Selamat Natal Pada Paus
  • Kyai NU Pernah Dituduh Sesat
  • Gus Dur dan Pembubaran FPI & FBR

BuntetPesantren.org | Situs resmi Pondok Buntet Pesantren Cirebon
Prakarsa H. Dhabas Rakhmat | Modified by: M. Kurtubi
Tampil dengan resolusi: 1024 x 768 lebih bagus dengan Mozilla Firefox