
Nama Asrama & Pengasuhnya
| NAMA ASRAMA | PENGASUH | NO. TLP |
| AL - ISTIQOMAH | KH.ABDULLAH ABBAS | 0231-635476 |
| FALAHIYAH FUTUHIYAH | KH. ABDUL HAMID ANAS | 0231-635478 |
| KH.ABDULLAH SYIFA AKYAS | KH.ABDULLAH SYIFA AKYAS | 0231-635478 |
| ASSYAKIROH | KH HASANUDDIN KRIYANI | 0231-635489 |
| AL-HIKMAH | KH. MAJDUDDIN BK | 0231-635484 |
| AL-ISLAH | KH ZUHDI MAHFUDZ | 081324705099 |
| AL-HIKMAH SEBRANG | KH.AHMAD MURSYIDIN | 081946980270 |
| AL-FALAH | KH.ABDUL BASIT ZEN | 0231-635762 |
| AL-FIRDAUS | KH.HASANUDDIN BK | 0231-638199 |
| SYUBANIYAH ISLAMIYAH | KH.BAEDLOWI YUSUF | 0231-635892 |
| NADWATUL BANIN | KH. ANIS MANSUR | 0231-635723 |
| AL-HIDAYAH | KH.ZAELANI IMAM | 0231-635822 |
| ANNUR | KH.TURMUDZI NOOR | 0231-637529 |
| AL-KHOIR | KH. ALI MAUFUR | 0231-635842 |
| DARUL HIJROH I | KH.AHMAD TIDJANI ANAS | 0231-635649 |
| AL-MAMUN | KH. YUSUF MAMUN | 0231-635492 |
| NURUSSOBAH | KH.ROFII CHOLIL | |
| HIDAYATUL MUBTADIIN | KH.AMIRUDDIN ABKARI | |
| AL-MUAFI | KH.ABDUL MATIN | |
| AL-INAROH | KH.ADIB ROFIUDDIN IZZA | 0231-635046 |
| NURUL ARWANI | KH.WAWAN ARWANI | 0231-638111 |
| NADWATUL UMMAH | KH. LUTFI ELT HAKIM FUAD HASYIM | 0231-637301 |
| AL-ISTIQOMAH II | KH. MUFID | |
| AL-INAYAH | KH.TOBRONI MUTTAAD | |
| DARUSSALAM | K.A.RIFQI CHOWAS | 0231-635483 |
| AL-IKHLAS | NY. HJ. NUNUNG | |
| AL-MUTTABA | KH. CECEP NIDZOMUDDIN | |
| AL - FATIH | UST. KHOLID AL-BATOL | |
| DARUL AMANAH | UST. H. IMADUDDIN | 0231-635761 |
| AL-ANWAR AZZAHIDI | NY. HJ. ATUL | |
| HABBIL ILMI | UST. H. HABBIL GHOMAM | 0231-636064 |
| AL-ANWAR | UST. H.JACHUS SANTOSO | 0231-638101 |
| ALMURTADLO | UST. FAHAD | |
| DARUL HIJROH II | UST.H. FARIS ELT HAQUE | 0231-635486 |
| AL-KHIYAROH | UST. FARID NZ | 0231-635045, 0231-3380045 |
| AL-MUSTAHDIYAH | NY. HJ. LATIFAH | 0231-635488 |
| AL-HIKMAH KH FUAD ZEN | UST. H.SALMAN AL-FARISI | 0231-637539 |
| RIYADUSSOLIHIN | UST.H DJAWAHIR DJUHA | |
| AL-AMIN | K. AMIN | |
| DARUNNAJAH | UST. SUBKHI MUTTAAD | 081320391045 |
| AL-KAUTSAR | UST.H. ASEP | 0231-635490 |
| AT-TA'AWUN | UST.H.MAMNUN DASUBIK | |
| ARRAUDHOH | KH. JIRJIS HIKTITONU UMAR YUTHO | |
| DARUL AKHLAM | Ust.H. SUNARYO | |
| AN NADA | K. TAJUDIN ZEN | 085224452836 |
sumber: Infocom IKAPB
-------------------
Sejarah Asrama
Pada awalnya asrama yang berada di Pondok Buntet Pesantren berkumpuldalam satu blok. Letaknya di depan Masjid Jami’ Kampung BuntetPesantren. Nama-nama asrama tersebut tidak berbau arab. Melainkandengan huruf Abjad. "Asrama A", "Asrama B", "Asrama C" dst. Hinggaberakhir pada nama "Asrama K". Di luar itu ada asrama milik daerahtertentu misalnya asrama Tegal, asrama yang dibuat oleh masyarakatTegal yang dikhususkan bagi santri Buntet yang berasal dari Tegal.Nama-nama abjadi ini konon dibuat untuk memudahkan pengurutanberdasarkan abjad bahasa Indonesia.
Pada perkembangan berikutnya asrama-asarama itu mengalami usia yangcukup tua sehingga perlu direnovasi. Akhirnya diputuskan untukdibongkar. Selama pembongkaran dan renovasi selanjutnya, maka parasantri diserahkan kepada kyai pengasuh masing-masing. Akhirnya parasantri yang asaramanya tengah dibongkar kini berpindah tempat kemasing-masing kyai.
Tinggal di rumah masing-masing kyai tentu saja berbedasituasi dan alamnya. Untuk membuat suasana yang kondusif bagipembelajaran para santri. Para pengasuh kemudian membuat kamar-kambarbilik di masing-masing rumahnya atau membuat petakan mirip kontrakanyang bersifat permanen di sekeliling rumahnya.
Dari sinilah lahirnama-nama asrama yang kemudian berubah dari penamaan yang abjadimenjadi nama-nama yang bernuansa arabi seperti daftar di bawah ini.Masing-masing asrama ditanggungjawabi oleh pengasuh yang akan mengawasidan membina para santrinya masing-masing.
Ketika pembangunan Asrama Besar [Asbes] sudah jadi maka kondisinyasiap untuk dihuni kembali oleh para santri yang berada di masing-masingrumah kyai. Namun sayangnya para santri lebih memiliki tinggal ditempat kyai dari pada harus berpindah tempat ke asbes. Hal ini cukupberalasan karena kedekatan interaksi antara santri dan kyai dalamlingkup yang kecil, memudahkan komunikasi dan keakraban. Di tambah lagidengan adanya listrik masuk ke pesantren maka suasanya pesantren makinsumringah [ramai] dan pengajian makin menggiat.
Nasib asrama besar yang sudah jadi dengan jumlah kamar yang hampir100 kamar, dipergunakan untuk santri-santri baru yang datang dikemudian hari. Para santri yang tinggal di asrama besar, tidak langsungdikontrol oleh para kyai, namaun oleh lurah pondok yang ditunjuk.
Kemudian dari blok-blok kamar masing-masing ada pengurus yangmenanggunajwabi dan menatalaksana program pesantren. Sehingga dengandinamisasi kegiatan yang cukup padat, sedikit-demi-sedikit rasa betahbagi santri-santri baru mulai bisa dirasakan sehingga makin-lama asramabesar justru lebih dominana dalam setiap aktivitas dan mungkin sifatnyaindependen atau terpisah dari rumah kyai. Sebab rupanya lurah pondokmemberi kebebasan yang bersifat tarik ulur. Bebas tapi terkontrol.
Asrama-Asrama di Pondok Buntet Pesantren
Model pendidikan di Buntet Pesantren adalah system boarding school.Anak santri yang mondok di Buntet dianjurkan untuk tinggal di asramamasing-masing kyai. Tujuannya agar bisa lebih konsentrasi dalambelajar, aktivitas lainyapun dapat terkontrol dan yang lebih pentinglagi adalah dapat menimba ilmu yang tidak diajarkan di sekolah, maupundi tempat pengajian.
Salah satunya adalah bagaimana belajar tanggungjawab terhadap diri masing-masing. Sebab setiap santri yang mondok diBuntet, biasanya dari daerah jauh dan memiliki kultur budaya yangberbeda-beda. Keberagaman ini kerap terjadi konflik. Maka fungsi asramadan manajemennya diharapkan dapat mengeliminir suasana psikologis parasantri sehingga lebih kondusif dalam menapaki perjalanan sejarahkehidupannya.
Asrama adalah: Tempat tinggal bagipara santri yang mondok di Buntet Pesantren. Satu kamar masing-masingasrama berbeda-beda ukurannya. Bagi yang berukuran besar misalnya 10 x10 m dapat menampung anak santri hingga 10 orang. Di situlah merekamenyimpan perlengkapan hidup seperti pakaian dan perlengkapan hiduplainnya. !
Catatan penting: Bagi para tamu yangbermaksud memondokkan anak-anaknya, hendaknya mesti tahu betul kepadakyai siapa anak-anak ini mau dititipkan. Sebab Pondok Buntet Pesantrentidak memiliki satu Asrama, melainkan berjumlah 22 lebih. Masing-masingasrama memiliki kyai (pembimbing). Sehingga antara asrama satu denganlainnya tidak ada hubungan secara administrasi, hanya hubunganstruktural saja. Sehingga untuk saat ini cukup sulit bila santri maupindah ke asrama yang lain.



Asrama


